Rabu, 12 September 2012

SENANDUNG RINDU


Aku yang merindu, 
merenda-renda kembali sisa-sisa rintihan sunyi
Pada sang waktu aku kalah telak, hingga aku jatuh tergeletak
Tak peduli tulang tubuhku hancur dan retak, 
aku pasti akan meraihmu kelak

Saat rindu bukan lagi sebuah bualan, 
jarak dan waktu hanyalah sebatas satuan
Mencaci dan mencemooh diri
Mengerang dalam temaram malam

Saat rindu semakin memuncak
Sebuah sapaan bagai wahyu dari jibril,
mencerahkan dan memberi petunjuk bagi jiwa-jiwa yg tersesat

Aku kembali ke pelukan lazuardi
Saat horizon pagi semakin nyata di depan mata...
Fajar menyingkap segaris jingga, 
membuka kembali jendela-jendela rahasia

Saat sang raja kembali berkuasa, 
desah nafasmu semakin terasa nyata
Membasuh keringnya telaga hati yg telah lama terjajah sepi
Entah nyata atau tidak, aku rindu merindukanmu...

(13092012)
»»  READMORE...

Selasa, 11 September 2012

LEMBAYUNG SENJA KOTA BENGAWAN


Sajak tanpa judul...
Membuka mimpi tanpa ambisi,
Berkelana ke gunung gersang, membakar roman sebatas khayalan...

Bayangan masa lalu kembali terajut di asa....
Tak ada senja yang tak indah, lembayung senja di kota bengawan. 
Masih jelas terbayang saat senyummu mengiringi jalan...
Seindah itulah rasa ini sekarang.

Senja yang terlewat, meninggalkan harap tanpa jawab...
Menuju kota penuh mimpi
Mati sendiri tiada arti...

Bungaku mekar tanpa mewangi, merajut cinta tanpa bahasa
Bagaimana caranya akan kusambut mekarnya bunga ini?
Bila tak ada dirimu yang layak menerima

Mengharu biru...
Mengerang dalam bisu
Tanpa pelita menerangi jiwa...
Bagai kuda tak berpelana

Menanti senja membuka luka...
Menunggu pagi menjemput mimpi

Senja tadi masih kukenang...
Ketika senja memerah, menyiratkan cerita yang tiada tersisa
Hanya sesal yang datang tertawa


(12092012)
»»  READMORE...