Langsung ke konten utama

DIPONK

10 Desember 1988, yah.. itulah hari kelahiran gue. Nggak terasa gue udah hampir seperempat abad menghirup oksigen di bumi ini. Banyak sekali kisah yang gue alami; mulai dari yang keren, gokil, sedih, senang, suka dan duka semua udah gue alami.

Nama gue Roviandifa Prasetyo tapi semua orang termasuk keluarga gue lebih mengenal gue dengan panggilan Diponk. Aneh ya? nggak nyambung dengan nama asli gue. Tapi nama panggilan Diponk itu ada sejarahnya, kali ini gue bakal cerita tentang cerita di balik nama panggilan gue.

Gue lahir di Colomadu, sebuah kecamatan di sebelah barat kota Solo. Waktu itu ibu gue masih tinggal bareng mbah kakung gue sedangkan bapak gue kerja di Wonogiri. Katanya sih waktu baru lahir dulu wajah gue persis orang jepang. Mata sipit, kulit putih, rambut merah. Jauh banget ya sama kondisi gue sekarang yang berkulit sawo busuk. hahaha..
Berhubung kakek buyut gue dulu seorang pejoeang yang pernah berjoeang melawan jepang, akhirnya oleh beliau gue dikasih nama panggilan NIPPON atau NIPPONG yang notabene merupakan panggilan buat orang-orang jepang dulu yang pernah menjajah negara ini.

Nama asli gue kan Roviandifa Prasetyo. Nah.. keluarga gue tadinya manggil gue andi, tapi berhubung nama nippon atau nippong udah melekat banget sama gue dari bayi maka banyak yang manggil gue andi nippong. Setelah beberapa lama akhirnya dari nama panggilan andi nippong itu lama-lama disingkat menjadi dipong, biar kelihatan gaul gue nulisnya Diponk. hehehe...

Nah itulah sekelumit cerita di balik nama Diponk. Terlepas dari jelek atau buruknya sebuah nama, gue yakin orang tua zaman dulu kalo memberi nama atau nama panggilan itu pasti ada artinya. Percaya syukur, nggak percaya ya syukurin deh gue...

SALAM OLAHRAGA (,")9

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BULLY-ABLE PERSON, NGGAK ADA LO NGGAK RAME

Siapa di antara kalian yang punya genk? atau mungkin teman-teman nongkrong gitu? sudah pasti semua orang punya teman sepenongkrongan (halah). Sudah menjadi kodratnya manusia itu adalah makhluk sosial. Kita nggak bisa hidup sendirian, itulah sebabnya kita butuh orang lain yang bernama teman. Dalam sebuah geng, sudah tentu ada yang dituakan (biasanya yang rambutnya udah ubanan terus dipanggil simbah), dan juga pasti ada seseorang yang kebagian peran sebagai bahan bulan-bulanan atau bully-able person. Ada banyak sekali nama-nama panggilan untuk si bully-able person ini. Berikut ini gue kasih beberapa nama yang menurut gue paling laris di pasar global, cekidot! 1. SI BLACK Nama ini adalah nama yang paling ngetrend di dunia nongkrong-menongkrong. Yang dipanggil kayak gini biasanya orangnya berkulit hitam (yaiyalah), jelek, dan biasanya sih masih jomblo. Bukan bermaksud rasis sih, tapi emang kayak gitu kenyataannya. hehehe... 2. SI GENDUT Nama ini adalah nama yang masuk jajaran 7 na...

Jenis-Jenis PHP

Salam olahraga (,")9 Hai, ketemu lagi dengan seorang pengamat dunia maya yang selalu memberi ulasan menarik bagi kalian semua, tidak lain dan tidak bukan orang itu adalah gue sendiri. hahaha.. Kali ini gue mau membahas lagi tentang PHP, kalo beberapa waktu lalu gue membahas tentang arti PHP, sekarang gue mau jelasin tentang jenis-jenis PHP. Memang sangat dahsyat PHP ini, dalam waktu yang relatif singkat dia sudah bisa berkembang biak menjadi beberapa jenis yang berbeda satu sama lainnya. Apa aja sih jenis-jenis PHP itu, berikut gue jelasin beberapa jenis PHP yang berhasil gue tangkap dan pelajari di dunia maya; cekidot. 1. Friendzone Lo semua pasti sudah nggak asing lagi sama istilah yang satu ini. Friendzone atau zona teman adalah hubungan dua orang yang (harusnya) berbeda jenis kelamin yang sudah sangat dekat, tapi saat salah satu pihak menyatakan pengen maju ke jenjang yang lebih serius lagi ternyata satu pihak yang lain cuma menganggap hubungan mereka sebatas pertemanan...

Arisan Nikah

Suasana dusun Tegalrejo pagi itu mendadak gempar, Katno seorang pemuda tanggung berusia 25 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir di Rumah Sakit Bersalin Harapan Ibu depan terminal itu dijemput paksa oleh aparat desa yang terdiri dari Mas Bambang selaku hansip desa, Pak Jono selaku Pak RT, dan Pak Bondan yang kali ini bertindak sebagai Pak RW. "Bentar-bentar pak.. salahku opo? kok aku diperlakukan layaknya koruptor saja, batinku tersakiti pak", teriak Katno sambil gondelan di tiang depan rumahnya. "udah kamu nurut saja, pokoknya kamu ikut kami ke kantor, eh ke rumah Pak Karman", jawab Mas Bambang sang hansip desa sambil mengayun-ayunkan pentungannya yang wujudnya mirip barangnya Bima. Aku dan Gentho yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa melongo. Dengan bekal titah perintah dari ibunya Katno akhirnya kami berdua turut serta menemani sobat kami Katno yang digelandang ke rumah Pak Karman. "kira-kira Katno salah opo ya Mul?", tanya ...