Jumat, 29 Maret 2013

LUCUNYA NEGERI INI

Udah lama nih nggak nulis di blog, eh... sekalinya pengen nulis malah topiknya serius. Jarang-jarang saya nulis serius, tapi akhir-akhir ini kondisi negara yang semakin lucu ini akhirnya mengusik hati saya juga untuk ikutan sok tahu membahasnya. hehehe...

Polisi. Siapa sih yang nggak kenal sama profesi yang satu ini? Seragam keren, senjata yang serem, plus kadang-kadang ditambah dengan wajah yang serem juga.
Tapi tunggu dulu, polisi serem kayaknya udah hilang dari negeri ini. Negeri yang katanya rakyatnya baik hati, adem ayem, gemah ripah loh jinawi tiba-tiba menjadi negeri yang dipenuhi dengan jiwa-jiwa pembangkang yang sungguh sangat kelewat batas. Gimana nggak kelewat batas coba, polisi yang harusnya menjadi penegak hukum malah menjadi bulan-bulanan.
Mulai dari penyerangan Mapolres OKU, pengeroyokan Kapolsek Dolok Pardamean hingga meninggal, dan penyerangan Lapas Cebongan di Sleman. Selain ketiga kasus tersebut pasti masih banyak kasus-kasus lain yang belum muncul ke permukaan. Tinggal nunggu tanggal mainnya aja sih kayaknya.

Memang sih saya kalo akui nggak semua polisi itu baik, tapi bukankah ironis banget jika kita sebagai masyarakat malah meniru hal yang tidak baik itu. Kita ini bangsa yang beradab, nggak seharusnya kita berdiam diri dengan sikap-sikap ala mafia yang semakin menggila ini.
Okelah kita bisa bilang gini "biarin aja, sekali-sekali biar ngerasain tuh polisi gimana rasanya dianiaya", tapi coba pikir gimana kalo seandainya polisi yang menjadi korban itu saudara kita. Siapa yang rela saudara atau mungkin keluarganya dipukuli dan bahkan diinjak-injak hingga mati? Jawaban yang mungkin tak perlu saya tuliskan disini pasti sudah anda tahu. Nggak ada seseorang yang rela keluarganya dianiaya orang lain.

Beralih dari masalah polisi, kini saya akan sedikit menyinggung soal pemimpin kita yang seakan-akan mulai lupa akan kodratnya. Presiden kita ini juga nggak kalah lucunya. Coba pikir seorang presiden mau nyalonin lagi jadi "lurah" di "kampungnya", ini jelas sangat menggelitik hati saya. (ketawa dulu ah)
Presiden itu harusnya mikirin rakyat dan negaranya, bukan malah ikutan larut dalam kekacauan partainya sendiri. Akhirnya rakyat terbengkelai, harga-harga beberapa komoditas sembako mulai naik kayak roketnya korut, BBM mulai langka kayak badak jawa. Menteri-menteri pun seakan nggak becus mengurusi bidangnya masing-masing. Akhirnya kita sebagai rakyat hanya bisa mengelus dada, dadanya siapa? maunya sih dadanya Julia Perez tapi sayang dia sudah dipenjara. Makin sedih kan, soalnya kita jadi nggak ada hiburan lagi. hehehe...

Pernah saya berpikir kalo pejabat saja bisa acuh sama rakyat, gimana kalo sekarang kita balik acuh sama pejabat? Nggak usah ikut pemilu, nggak usah bayar pajak, nggak usah peduliin semua omongan pejabat itu. Coba bayangin pas pemilu nanti nggak ada satupun yang mau nyoblos, pasti itu para elite politik bakal gila. Mereka udah modal gede tapi nggak ada yang milih. (kapok) hehehe...
Tapi itu tadi cuma pikiran gila saya aja, jangan bener-bener dilakukan bisa kolaps negara kita nanti. Terlepas dari semua masalah ini, kita sebagai rakyat juga harus mulai mikir negara ini. Jangan cuma mengandalkan para aparat dan pejabat yang nggak becus itu. Mulailah merubah hal-hal kecil dimulai dari diri kita sendiri, kalau bukan kita lalu siapa lagi yang mau mikirin negeri kita ini?

Salam olahraga (9'-')9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar