Langsung ke konten utama

Hakekat Kematian

Selamat pagi... Salam olahraga (,")9

Beberapa hari yang lalu gue terlibat sebuah diskusi yang menarik soal kematian dengan kang Pura Krisnamukti (@rasjawa) di timeline. Diskusi itu tentang "mati sia-sia". Sebuah diskusi yang lain dari biasanya, karena biasanya kami suka ngobrol soal sepakbola dan keperawanan. hehehe..
Entah kenapa pagi itu gue niat banget bahas hal begituan, mungkin itu karena gue kurang piknik, jadi pikiran bawaannya serius mulu. #huftbanget

Kemaren Kang Pura menposting sebuah tweet yang isinya menyatakan bahwa kematian seseorang akibat dari minum miras oplosan itu adalah kematian yang sia-sia. Gue kurang setuju dengan hal itu, karena bagi gue nggak ada hal yang sia-sia di dunia ini. Okelah kalo kematian itu disebut suul khotimah atau mati dalam keadaan buruk gue setuju, tapi kalo disebut mati sia-sia gue kurang setuju.

Ingatan gue langsung teringat akan kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir yang diceritakan oleh ustadz gue. Seperti kita semua ketahui, Nabi Musa pernah berguru kepada Nabi Khidir walaupun hanya sesaat. Waktu itu Nabi Musa mengikuti perjalanan Nabi Khidir ke sebuah negeri. Nabi Musa hanya diberi kesempatan untuk bertanya sebanyak tiga kali oleh Nabi Khidir. Karena ceritanya sangat panjang, kali ini gue cuma mau membahas satu hal saja, yaitu ketika Nabi Khidir membunuh seorang anak laki-laki di sebuah kampung. Lagian kisah ini pasti kalian sudah tahu semua.

Ceritanya begini, saat berjalan melintasi sebuah perkampungan Nabi Khidir dan Nabi Musa berjumpa dengan beberapa anak kecil yang sedang bermain. Mendadak Nabi Khidir langsung menghampiri seorang anak laki-laki dan mencekiknya hingga mati. Melihat hal ini Nabi Musa kaget, dia langsung bertanya kepada Nabi Khidir kenapa dia membunuh anak itu. Nabi Khidir menjawab bahwa anak itu anak yang sangat bandel dan nakal, suatu saat nanti kalo sudah dewasa dia akan durhaka kepada orang tuanya dan berbuat kemaksiatan di mana-mana. Itulah sebabnya Nabi Khidir membunuh anak itu, dan kelak Allah akan menggantikannya dengan anak lain yang lebih baik.

Setelah pak ustadz selesai berkisah dia memberi kesempatan untuk tanya jawab. Gue langsung bertanya kepada beliau, kenapa Nabi Khidir memilih untuk membunuh anak itu? apa iya Allah begitu kejamnya hingga tidak memberi kesempatan seorang anak untuk hidup? bukankah anak itu belum melakukan dosa? kenapa menghukumnya sebelum dia melakukan dosanya? kenapa Nabi Khidir tidak memilih untuk mengangkatnya menjadi murid saja agar dia menjadi anak yang sholeh?
Pak Ustadz menjawab, banyak orang yang menafsirkan Allah begitu egois dalam hal ini, tapi sesungguhnya tidak. Apakah kematian anak ini sia-sia? jelas tidak. Allah itu Maha Sempurna, Dia terlalu sempurna untuk melakukan sesuatu hal yang sia-sia. Banyak yang menafsirkan dalam hal ini yang mendapat keuntungan hanyalah orang tuanya dan warga sekitar anak itu karena terhindar dari kemaksiatan yang akan dibuat anak itu kelak. Tapi sebenarnya Allah juga memberi keuntungan bagi anak itu. Seperti kita ketahui senakal-nakalnya anak-anak, dia tetap hanya seorang anak-anak. Karena jika seorang anak belum baligh maka dia belum mendapat dosa, lha wong sholat aja belum wajib kok apalagi hal lainnya. Oleh karena itu membunuh anak itu sebelum dia baligh berarti menghindarkan dia dari dosa yang (mungkin) akan dia lakukan saat dewasa nanti, jadi kemungkinan besar dia akan masuk surga. Apakah kematian anak itu sia-sia? tidak kan, dia juga mendapat keuntungan dari kematiannya.

Berdasarkan dari kisah itu gue juga berpendapat bahwa kematian orang akibat minum miras oplosan itu juga tidak sia-sia. Banyak yang berpendapat manfaat kematian itu bagi orang yang minum itu apa? ya mungkin aja kan andai saja orang itu tidak mati, setelah dia mabuk dia akan berbuat kemaksiatan lain yang lebih besar. Mungkin dia bisa memperkosa, merampok, atau bahkan membunuh orang lain. Jadi dengan mencabut nyawanya saat dia mabuk itu mungkin bisa menghindarkan dia dari dosa yang lebih besar lagi. Wallahualam.

Bagi gue sia-sia atau tidaknya sebuah kematian itu bukan tergantung dari siapa dia dan bagaimana cara dia mati, tapi itu semua tergantung dari apa yang terjadi setelah kematian itu. Jika setelah kematian itu kita yang masih hidup bisa mengambil pelajaran dari kematian itu berarti kematian itu tidaklah sia-sia. Soal kematian itu bermanfaat juga atau tidak bagi yang mati biarlah Allah yang menjawab. (sekian)

Salam olahraga...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arisan Nikah

Suasana dusun Tegalrejo pagi itu mendadak gempar, Katno seorang pemuda tanggung berusia 25 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir di Rumah Sakit Bersalin Harapan Ibu depan terminal itu dijemput paksa oleh aparat desa yang terdiri dari Mas Bambang selaku hansip desa, Pak Jono selaku Pak RT, dan Pak Bondan yang kali ini bertindak sebagai Pak RW. "Bentar-bentar pak.. salahku opo? kok aku diperlakukan layaknya koruptor saja, batinku tersakiti pak", teriak Katno sambil gondelan di tiang depan rumahnya. "udah kamu nurut saja, pokoknya kamu ikut kami ke kantor, eh ke rumah Pak Karman", jawab Mas Bambang sang hansip desa sambil mengayun-ayunkan pentungannya yang wujudnya mirip barangnya Bima. Aku dan Gentho yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa melongo. Dengan bekal titah perintah dari ibunya Katno akhirnya kami berdua turut serta menemani sobat kami Katno yang digelandang ke rumah Pak Karman. "kira-kira Katno salah opo ya Mul?", tanya ...

Bengawan Sore

Langit kota Solo siang itu terlihat cerah, terlihat sekumpulan awan putih berarakan membentuk pola perdu ilalang semu. Angin bertiup lembut dengan syahdu, melagukan syair rindu dari hati yang tak kunjung bertemu. "kamu ada acara nggak Shin?", tanyaku kepada Shinta di ujung saluran telepon. "nggak ada mas, emang arep ngopo?", jawab Shinta agak malas. "jalan-jalan yuk, suntuk nih..." "kemana?", tanya Shinta agak bersemangat. "sak karepmu lah, bentar lagi tak jemput ya.." "oke.. tapi aku males mandi. hehehe..", sahut Shinta. "halah.. nggak usah mandi kowe udah cantiknya naudzubillah nduk.." "haiyaah.. gombalanmu ora mempan mas buatku, cih!", jawab Shinta sambil terbahak. Setengah jam kemudian aku sudah sampai di rumah Shinta di Sukoharjo. Jarak Wonogiri - Sukoharjo memang tak terlalu jauh, motor bebekku bisa sedikit menyombongkan diri bisa melahapnya dalam waktu 15 menit. "...

P H P

Nyepik. Sebuah kegiatan yg cukup jamak dilakukan oleh beberapa orang di twitter, seringnya sih dilakukan oleh para selebtwit. Ada yg serius, ada yg main-main doang. Nyepik itu apasih? yaelah bro, masa' lo nggak tahu nyepik itu apa. Nyepik itu merayu, flirting, atau bahasa gaholnya ngegombal :D Banyak sekali modus PHP. Ada yg suka ngirim umpan lambung lewat nomention. Ada yg suka bikin puisi atau sajak-sajak gitu. Dan yg terbaru adalah dengan modus bisa meramal :D Emang sih nggak semua orang yg suka nyepik itu buruk, ada jg yg beneran serius nyari jodoh. Waduh dunia udah gila kali ya, nyari jodoh kok di twitter. Tapi itu semua bebas aja kok, dan semua itu adalah hak segala bangsa. Menurut gue, hampir 95% lebih orang yg nyepik di twitter itu cuma buat main-main, 4% lagi penjahat kelamin, dan 1% yg serius. Nah... yg cuma main-main inilah yg sering disebut dengan PHP atau Pemberi Harapan Palsu. Ibarat pepatah, tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Yang artinya memberi...